Detail Aduan
Lihat detail lengkap aduan LGWP82078235
Rincian Aduan
LGWP82078235
Progress
Public
Assalamu alaikum bapak gubernur atau dinas terkait yg menangani bantuan sosial .di JL. ANGKATAN 45 .RT 07 RW 08 KELURAHAN PELUTAN KECAMATAN PEMALANG .KABUPATEN PEMALANG .ada pasangan lansia atas nama bapak TAHIR & IBU TASLI yang selama ini tidak tersentuh bantuan dalam bentuk apapun dari pemerintah .kami selaku warga mohon kpda bapak gubernur atau dinas terkait untuk menyelesaikan masalah ini dengan segera karena mereka berdua sudah tidak bisa bekerja .suami dari ibu tasli sudah lama terbaring sakit .mata nya sdh tdk bisa melihat di karenakan katarak .beliau sdh tdk bisa berjalan .hanya terbaring saja ..ibu tasli pun sudah mulai sakit..sakitan.. mohon bapak gubernur / dinas terkait untuk segera melakukan pengecekan terhadap lansia tersebut..karena pihak RT setempat tdk ada respon sama sekali untuk mengusulkan bantuan krpada pemerintah.bahkan orang yg seharus nya tdk dapat bantuan malah bertahun..tahun mendapatkan bantuan dari pemerintah .kami selaku warga mohon kebijakan bapak gubernur / dinas terkait untuk menyelesaikan masalah ini.terima kasih .
Disposisi
Kamis, 24 Februari 2022 - 09:30 WIBAdmin Gubernuran
Laporan telah diteruskan ke DINAS SOSIAL
Verifikasi
Kamis, 24 Februari 2022 - 12:56 WIBDINAS SOSIAL
terima kasih atas laporan/informasinya, segera akan kami sampaikan ke tim terkait untuk dilakukan assessment di lapangan.
Progress
Selasa, 01 Maret 2022 - 15:33 WIBDINAS SOSIAL
Yth . Bapak Gubernur Jawa Tengah
Izin melaporkan Update Respon Kasus Warga Miskin An Bapak Tahir dan Ibu Taslih RT. 08 W. 04 Kel. Pelutan Kec. Pemalang yang memerlukan layanan Di Kel. Pelutan Kec. Pemalang Tanggal 24-25 Febuari 2022.
Kronologi Kejadian :
1. Pemberitaan di media sosial tentang Pak Tahir dan Bu Taslih
2. Tinggal berdua di Rumah.
3. Kondisi rumah tidak layak huni.
Kronologis Kejadian :
Dinsos Mendapatkan laporan melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah perihal informasi yang bersangkutan. Yang bersangkutan tinggal berdua dirumah. Menurut Pak Tarmudji selaku ketua RT 04 mengatakan yang bersangkutan sering mendapatkan makanan dari anak-anaknya. Hanya saja sebatas memberikan makanan setelah itu tidak ada perawatan orang tuanya. Yang bersangkutan memiliki 5 anak. Yang kelimanya tersebut tinggal tidak jauh dari rumah bersangkutan. Saat Tim reaksi Cepat Sosial hadir ke rumah bersangkutan yang bersangkutan sedang dalam kondisi sakit. Sehingga membutuhkan perawatan medis. Setelah berembug dengan Pak Tarmudji, menunggu keputusan dari pihak Keluarga. Ba’da Maghrib Dinsos datang ke rumah Pak Tarmudji guna menggali informasi lebih perihal Pak Tahir dan Bu Taslih. Yang pada akhirnya menermukan informasi yang pertama memviralkan yang bersangkutan adalah cucunya sendiri. Dan dari informasi beliau, kalau anak-anak beliau adalah keluarga yang mampu. Setelah itu kita memanggil anak ybs bernama Pak Rafiii. Saat bertemu kita memberikan beberapa opsi yang nantinya bisa dirembug bersama keluarga perihal Pak Tahir dan Bu taslih.
1. Pak Tahir dan Bu Taslih dirawat oleh pihak keluarga, namun satu atap dan tidak sebatas memberikan makan saja dan diterlantarkan.
2. Pak Tahir dan Bu Taslih diberikan perawatan medis dan setelah itu diberikan pelayanan dipanti Lansia milik Provinsi.
Setelah memberikan opsi tersebut keluarga dipersilahkan pulang untuk dirembug kembali dengan keluarga dan besoknya bertemu dikantor kelurahan Pelutan.
Keesokan harinya pihak Dinsos bertemu dengan Lurah Pelutan guna menginformasikan perihal kondisi Pak Tahir dan Bu Taslih. Setelah selesai menginformasikan kepada Pak Lurah, Pak Lurah mendukung penuh penanganan cepat kepada yang bersangkutan.
Jam 13.15 WIB pihak Dinsos bertemu dengan pihak Keluarga bu Taslih dan Pak Tahir yang disaksikan juga disaksikan oleh pihak Kelurahan Pelutan dan Bu RW. Dinsos memberikan informasikan perihal kesepakatannya kepada pihak keluarga. Lalu dari hasil musyawarah tersebut pihak keluarga memberikan pilihan untuk memberikan perawatan langsung kepada orang tuanya. Dari pihak keluarga akan langsung merawat orang tuanya satu rumah dengan orang tuanya. Dan kesepakatan itu disaksikan oleh pihak kelurahan dan menyepakati bersama.
Dari musyawarah tersebut dari pihak keluarga meminta adanya bantuan yang bersifat kontinu tiap bulannya seperti PKH atau BPNT. Yang bersangkutan mendapatkan bantuan dari ADD sejumlah Rp. 200.000,- / bulan selama 3 kali.
Saran untuk keluarga
Keluarga wajib merawat yang bersangkutan baik secara primer, sekunder dan tersier. Tidak sebatas memberikan makan, namun tidak ada pengobatan secara medis.
Saran untuk kelurahan
Pemisahan KK yang bersangkutan dengan keluarga. Agar nantinya Pak Tahir dan Bu Taslih diusulkan mendapatkan program dari Pemerintah melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Demikian laporan layanan Kedaruratan Kasus Pak Tahir dan Bu Taslih warga terlantar di kel. Pelutan Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang yang dilaksanakan pada tanggal 25-26 Pebruari 2022.