Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi

Detail Aduan

Lihat detail lengkap aduan LGWP90876690

Rincian Aduan

LGWP90876690

Selesai Public

Lampiran

KOTA SEMARANG
01 Jul 2026
0 ditandai

*Judul Aduan*: Keberatan Hasil Penanganan Aduan LGWP42382548 - Minta Sanksi Disiplin ASN

*Isi Aduan*:

Yth. Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kota Semarang 

Yth. Inspektur Inspektorat Kota Semarang 

Tembusan: Walikota Semarang

Dengan hormat,

Saya adalah pelapor aduan LGWP42382548 di LaporGub Jateng tanggal 30 Juni 2026 terkait "pegawai Disdukcapil main game saat antrean ramai menggunakan komputer BMD".

Link Pengaduan sebelumnya https://laporgub.jatengprov.go.id/detail/LGWP42382548.html

*Status Aduan Sebelumnya*: 

Hasil dari Kota Semarang/DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL tanggal 01 Juli 2026 hanya menyatakan "sudah diberikan pembinaan serta teguran".

*Keberatan Saya*: 

Saya keberatan jika pelanggaran ini hanya diselesaikan internal dengan pembinaan. Alasannya:

1. Perbuatan main game di jam kerja + menggunakan BMD untuk kepentingan pribadi adalah pelanggaran disiplin ASN dan kode etik.

2. Merugikan masyarakat yang antre panjang dan merusak citra pelayanan publik.

3. Ada bukti kuat: 2 foto + 1 video terlampir di aduan LGWP42382548.

*Permohonan Saya*: 

Mohon BKPP & Inspektorat Kota Semarang menindaklanjuti lebih lanjut sesuai *PP No. 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai ASN* dan *Kode Etik ASN*.

Minta dilakukan:

1. Pemeriksaan lebih lanjut oleh BKPP dan Inspektorat

2. Pemberian sanksi disiplin yang setimpal, tidak hanya teguran lisan/tertulis

3. Transparansi hasil pemeriksaan dan jenis sanksi yang diberikan kepada pelapor

Jangan sampai ada kesan "cari aman" dengan hanya pembinaan internal.

Lampiran: Link aduan LGWP42382548 + 2 foto + 1 video yang sama.

Demikian pengajuan keberatan & permintaan eskalasi ini.

Terima kasih.

Hormat saya,  

Disposisi

Rabu, 01 Juli 2026 - 09:28 WIB

Admin Gubernuran

Laporan telah diteruskan ke Kota Semarang

Verifikasi

Rabu, 01 Juli 2026 - 09:32 WIB

Kota Semarang

Laporan anda akan diteruskan ke instansi tujuan : - BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN - INSPEKTORAT

Progress

Kamis, 02 Juli 2026 - 09:43 WIB

Kota Semarang

Selamat pagi, terima kasih atas laporan yang telah Anda sampaikan. Laporan Anda akan segera kami tindak lanjuti

Lampiran proses bersifat internal dan hanya dapat dilihat oleh pelapor.

Selesai

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:42 WIB

Kota Semarang

Sehubungan dengan aduan Saudara tentang penggunaan BMD berupa komputer pelayanan untuk kepentingan pribadi bermain game, setelah kami lakukan konfirmasi kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Semarang, diperoleh informasi bahwa: 1. Komputer yang dimaksud adalah komputer untuk pelayanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Tampilan layar komputer memang berupa permainan di browser, dengan tujuan saat aplikasi tidak digunakan tidak terjadi logout secara otomatis. Aplikasi aktivasi IKD akan logout secara otomatis apabila tidak digunakan selama 30 detik. Untuk menghindari logout otomatis, maka dibuat tampilan bergerak berupa permainan. 2. Saat itu yang menunggu di depan komputer adalah siswa magang. Seharusnya layanan aktivasi IKD dilakukan oleh ASN Dispendukcapil Kota Semarang. Pada hari itu pelayanan permohonan dokumen secara online sangat banyak sehingga terjadi penumpukan antrean sedangkan pelayanan IKD sepi pemohon. Oleh karena itu, ASN yang seharusnya bertugas di pelayanan aktivasi IKD membantu di pelayanan permohonan dokumen online. Permohonan dokumen kependudukan sebenarnya dapat dilakukan secara online di lokasi masing-masing, namun masih banyak masyarakat yang tetap datang ke kantor Dispendukcapil Kota Semarang untuk dibantu petugas dalam pengisian formulirnya secara online. 3. Siswa magang tersebut tidak memainkan permainan di komputer, hanya diminta menunggu sambil duduk di pelayanan IKD agar kursinya tidak dipakai oleh para pemohon yang sedang melakukan antrean permohonan dokumen kependudukan sekaligus berjaga apabila datang pemohon untuk aktivasi IKD. 4. Berdasarkan hasil konfirmasi tersebut, maka Inspektorat tidak dapat melanjutkan pemeriksaan pelanggaran sesuai PP 94 tahun 2021, karena pelaku bukan ASN Pemerintah Kota Semarang.

Lampiran proses bersifat internal dan hanya dapat dilihat oleh pelapor.