Detail Aduan

Lihat detail lengkap aduan LGWP87705483

Rincian Aduan

LGWP87705483

Progress Public

Lampiran

KOTA SEMARANG
20 Feb 2026
1 ditandai

dinasruwet_kotasemarang "Truk Sampah: Pahlawan Bau yang Dibiarkan Sekarat"


Di kota yang bangga dengan slogan bersih dan tertib, ada satu pemandangan yang selalu luput dari pidato resmi: truk sampah yang megap-megap seperti napas terakhir birokrasi.


Di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), katanya semua sudah teranggarkan. Katanya ada pos khusus untuk perbaikan kontainer dan armada.


Katanya ada biaya perawatan.


Katanya.


Tapi di lapangan?


Ban gundul bukan urusan kantor.


Mesin rusak bukan tanggung jawab dinas.


Kontainer bolong bukan prioritas anggaran.


Yang ada, sopir jadi montir.


Sopir jadi bendahara.


Sopir jadi korban.


Ganti ban? Uang sendiri.


Servis mesin? Patungan sendiri.


Kerusakan parah? Tanggung sendiri.


Negara hadir... di papan nama.


Yang hadir di bengkel? Sopir dengan dompet tipis dan keringat asin.

Lalu lahirlah praktik yang semua orang tahu tapi pura-pura tidak tahu: "kencingan solar."


Bukan karena ingin kaya.


Bukan karena ingin melawan hukum.


Tapi karena mesin butuh hidup, sementara anggaran cuma hidup di atas kertas.


Bukan sistem.


Ironisnya, saat audit datang, yang berdiri paling depan sebagai tersangka moral adalah sopir. Bukan pejabat yang sibuk rapat tentang "optimalisasi pengelolaan sampah."


Bukan kebijakan.


Jam kerja?


Bak warisan kolonial.


Tak kenal tanggal merah.


Tak kenal hari raya.


Kalau mau libur? Silakan.


Bayar pengganti sendiri.


Sistem yang canggih:


Tanggung jawab ke bawah.


Kredit ke atas.


Sementara kepala bidang pengelolaan sampah masih mencari "kajian mendalam."


Mungkin masih menyusun roadmap.


Mungkin masih menunggu rapat koordinasi jilid ke-27.MIL


Sementara kepala bidang pengelolaan sampah masih mencari "kajian mendalam."


Mungkin masih menyusun roadmap.


Mungkin masih menunggu rapat koordinasi jilid ke-27.


Dan seperti biasa, di akhir cerita, kambing hitam sudah disiapkan.


Bukan pejabat.


Bukan pembuat kebijakan.


Tapi pekerja paling bawah - yang tiap hari mencium bau kota agar warga bisa menghirup udara lebih lega.


Beginilah kisah di balik kontainer penyok dan truk


yang batuk-batuk.


Bukan soal teknis.


Ini soal keberanian mengakui bahwa yang rusak bukan cuma armada.


Yang rusak... sistemnya.


Minta tolong kepada ibu Walikota Semarang, agar memperhatikan anggaran maintenance Truk dan kontainer..

Disposisi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 03:59 WIB

Admin Gubernuran

Laporan telah diteruskan ke Kota Semarang

Verifikasi

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:02 WIB

Kota Semarang

Laporan anda akan diteruskan ke instansi tujuan : - INSPEKTORAT

Progress

Senin, 23 Februari 2026 - 09:57 WIB

Kota Semarang

Selamat pagi, terima kasih atas laporan yang telah Anda sampaikan. Laporan Anda akan segera kami tindak lanjuti

Progress

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:14 WIB

Kota Semarang

Laporan Anda telah kami tindaklanjuti dengan menugaskan tim dengan Surat Tugas Nomor 700/57/2026 untuk melakukan pemeriksaan. Saat ini aduan tersebut sedang kami telaah lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.

Progress

Kamis, 12 Maret 2026 - 07:55 WIB

Kota Semarang

Laporan Anda saat ini sedang dalam proses pemeriksaan oleh tim terkait. Mohon kesediaannya menunggu hasil lebih lanjut.

Progress

Rabu, 25 Maret 2026 - 10:32 WIB

Kota Semarang

Laporan Anda saat ini sedang dalam proses pemeriksaan oleh tim terkait. Mohon kesediaannya menunggu hasil lebih lanjut.

Progress

Senin, 06 April 2026 - 14:44 WIB

Kota Semarang

Laporan Anda kini sedang dalam tahap klarifikasi. Mohon kesediaannya menunggu hasil lebih lanjut.