Ditemukan salah satu SPPG di Jl. Taman Siswa Padasugih Kab. Brebes dengan pralon pembuangan yang berbuih agak bau dimana berindikasi pencemaran lingkungan dan membahayakan petugas OP irigasi yang membersihkan saluran, dimana limbah tersebut mengalir ke Saluran Sekunder Wangandalem, mohon agar di follow up oleh pihak yang berwenang (disampaikan rekomtek BBWS Pemali Juana) karena menurut mereka SPPG sudah ada IPAL tapi kenyataannya seperti itu. Dampak tersebut apabila dibiarkan akan merusak lingkungan, menyebabkan penyakit juga, dan tentunya air irigasi tidak bersih. Semoga SPPG yang ada punya peduli lingkungan yang bersih dan sehat. Terima kasih
Detail Aduan
Lihat detail lengkap aduan LGWP83281756
Rincian Aduan
LGWP83281756
Disposisi
Jumat, 10 April 2026 - 21:08 WIBAdmin Gubernuran
Verifikasi
Senin, 13 April 2026 - 07:51 WIBKabupaten Brebes
Laporan diterima
Progress
Senin, 13 April 2026 - 08:13 WIBKabupaten Brebes
Aduan diteruskan ke DPSDAPR
Progress
Senin, 13 April 2026 - 15:51 WIBKabupaten Brebes
Aduan diteruskan ke DLHPS
Selesai
Senin, 13 April 2026 - 15:53 WIBKabupaten Brebes
Berdasarkan konfirmasi jawaban DLHPS :
Laporan Penanganan Aduan Mayarakat di Laporgub mengenai Dugaan Pencemaran Air Limbah SPPG di Jl. Taman Siswa
I. Pelaksanaan
Pada Hari Senin, 13 April 2026, pukul 10.00 - 14.00 bertempat di SPPG Brebes Brebes Brebes 1 yang beralamat di Jl. Taman Siswa No. 81 Kelurahan Brebes, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes
II. Hadir dalam Kegiatan
1. Bapak Taufik dari BBWS Pemali Juana;
2. Sdr. Dimas dari BBWS Pemali Juana;
3. Bapak Metik dari Bidang Irigasi DPSDAPR;
4. Bapak Mahyudi dari Bidang Irigasi DPSDAPR;
5. Sdr. Tossi dari Bidang Irigasi DPSDAPR;
6. Bapak Wakhyandi dari DLH Kab. Brebes;
7. Sdri. Amanah dari DLH Kab. Brebes;
8. Sdr. Nafu Reza dari DLH Kab. Brebes;
9. Sdr. Nayif Zayyaan dari Yayasan/Mitra SPPG;
10. Sdr. Habib selaku Kepala SPPG.
III. Hasil Pemeriksaan
1. Pengelolaan air limbah domestik sudah terpisah antara blackwater (toilet) ke septictank dan greywater (kegiatan dapur) ke IPAL.
2. Terdapat grease trap pada wastafel dapur, tapi belum ada grease trap pada tempat pencucian ompreng, sehingga masih ada sisa minyak dan makanan pada IPAL yang menyebabkan bau.
3. Minyak sisa proses memasak (minyak jelantah) dikelola dan tidak masuk ke sink (saluran pembuangan).
4. Tersedianya sarana penyaluran air limbah berupa gutter dan floor drain pada area dapur basah.
5. Kapasitas IPAL sudah sesuai dan seluruh aliran greywater masuk ke IPAL.
6. Sudah ada septictank.
7. Dari hasil diskusi dengan BBWS, air limbah hasil olahan IPAL SPPG tidak boleh dibuang ke saluran irigasi depan (saluran sekunder wangandalem).
8. Belum ada hasil uji efluen air limbah, belum ada outlet dan titik penaatan.
IV. Catatan Perbaikan
1. Mengurus SPPL ke DLH Kabupaten Brebes.
2. Menambahkan grease trap dan screen sampah pada tempat pencucian ompreng.
3. Menambahkan alat ukur debit (flowmeter) dan papan titik penaatan yang memuat nama IPAL dan titik koordinat.
4. Menambahkan outlet IPAL.
5. Menambahkan sumur resapan untuk meresapkan air limbah hasil olahan IPAL dan tidak boleh membuang air limbah ke saluran irigasi.
6. Melakukan pengujian air limbah setiap 3 bulan sekali menggunakan Laboratorium Lingkungan dan dilaporkan ke DLH setiap 6 bulan sekali.
7. Pelaku usaha/kegiatan wajib melakukan perbaikan sebagaimana poin 1 – 6 dalam jangka waktu 30 hari terhitung dari tanggal 13 April 2026 sampai dengan 15 Mei 2026. Apabila pelaku usaha/kegiatan belum melakukan perbaikan sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan, maka akan dikenakan sanksi administrasi.
V. Penutup
Dokumentasi kegiatan terlampir sebagai bagian bahan laporan. Demikian laporan ini disampaikan sebagai bahan informasi dan tindak lanjut. Atas perhatian dan arahannya, disampaikan terima kasih.
Yang melaporkan
1. Wakhyandi, S.H
2. Khoerul Amanah, S.Si
3. Nafu Reza Juanda