Bukankah tujuan zonasi adalah pemerataan? Jalur afirmasi juga dibuat agar siswa dari keluarga kurang mampu memiliki akses pendidikan yang lebih mudah dan dekat dengan tempat tinggalnya. Namun, bagaimana jika dalam praktiknya ada calon siswa jalur afirmasi yang justru memilih sekolah yang berjarak puluhan kilometer dari rumahnya?
Mereka yang masuk jalur afirmasi umumnya memiliki keterbatasan ekonomi. Jika harus menempuh perjalanan yang jauh setiap hari, bukankah itu justru menambah beban biaya dan waktu? Padahal mungkin tersedia sekolah yang lebih dekat dengan domisili mereka.
Karena itu, muncul pertanyaan: apa alasan mereka memilih sekolah yang jauh? Apakah karena sekolah tersebut dianggap lebih favorit, atau ada faktor lain yang membuat mereka lebih memilih sekolah tersebut dibanding sekolah yang lebih dekat?
Mungkin ini terjadi bukan cuman di kota ini saja.