Detail Aduan
Lihat detail lengkap aduan LGWP39878121
Rincian Aduan
LGWP39878121
Selesai
Public
Pak gubernur sekarang lagi gencar untuk pertanian pak ya kita mau kita bisa setiap tahun kita nanem jagung nanem padi dari kake moyang sampe sekarang baru kali ini pak rasanya petani menjerit kaya mau udah ga usah jadi petani lagi sekarang pupuk hanya dijatah 30 kg sedangkan kebutuan lebih dari 300 kg sekarang harganya mahal dari pembajakan obat sampe pupuk malah jadi tidak sebading dengan harga beras apalagi di tempat saya beras bukan untuk di jual tapi untuk di kosumsi untuk kemandirian dari impor luar negri untuk tidak memberatkan pemeritah tapi sayang pemeritah tidak melihat ke sektor pertanian hanya ngomong tani tani dan tani tapi tidak memberi jalan bagi petani siap siap beberapa taun kedelan kalo masih seperti ini bisa di pastikan indonesia krisis pangan dan bergantung oada inpor luar negei trimakasih
Disposisi
Selasa, 11 Oktober 2022 - 14:14 WIB
Laporan telah diteruskan ke Kabupaten Pekalongan
Verifikasi
Rabu, 12 Oktober 2022 - 08:08 WIBKabupaten Pekalongan
Terima kasih atas aduannya, akan kami tetuskan ke DKPP Kabupaten Pekalongan. Terimakasih
Progress
Rabu, 12 Oktober 2022 - 11:35 WIBKabupaten Pekalongan
Aduan telah kami teruskan ke DKPP Kab. Pekalongan. terima kasih
Selesai
Rabu, 12 Oktober 2022 - 11:35 WIBKabupaten Pekalongan
Menjawab aduan petani Kandangserang, kami sudah melakukan koordinasi dengan Penyuluh Pertanian di Kecamatan tersebut dan KPL setempat. Berdasar laporan dari penyuluh setempat, bahwa kebiasaan petani memupuk lahan perhektar 300-400 Kg untuk pupuk urea. Sedangkan rekomendasi dosis dari Kementan untuk wilayah tersebut adalah 250 kg/ hektar. Adapun alokasi yang diberikan oleh Kementan untuk Desa Garungwiyoro Kecamatan Kandangseranga 185 Kg/ Hektar. Maka jika petani menggarap lahan dengan satuan 1 Kisuk (1/6 Hektar) maka sudah benar kalo mereka mendapat alokasi 30 kg/ kisuk. Demikian tanggapan kami terkait dengan aduan tersebut. Terima kasih
Aduan selesai dan ditutup