Kepada Yth. Gubernur Jawa Tengah,
Saya ingin melaporkan pelayanan buruk dari pegawai Samsat Keliling di Terminal Gunungpati pada Rabu, 26 Agustus 2026, saat saya hendak membayar pajak kendaraan.
Sebagai warga negara yang sudah berniat baik dan taat membayar pajak, perlakuan yang saya terima sangat mengecewakan. Pegawai sama sekali tidak ada keramahan. Saya datang tidak disambut, tidak disapa, bahkan tidak ditanya butuh apa. Saya harus berinisiatif sendiri bilang, "Mas, mau bayar pajak." ke pegawai/petugas-nya.
Saat diminta bayar ke depan, ketus dan tidak ramah. Setelah transaksi selesai dan uang diterima, saya langsung dicueki begitu saja—tidak ada ucapan terima kasih atau bahasa tubuh yang menghargai pembayar pajak. Pelayanan ASN di sini benar-benar buruk dan tidak ada mutu-mutunya.
Tolong ingatkan pegawai-pegawai Anda: ASN itu babu rakyat, bukan raja! Raja yang sebenarnya adalah rakyat. Kalian digaji dari uang pajak yang dibayar rakyat, jadi jangan merasa di atas angin dan berlagak sok berkuasa. Dalam sistem pelayanan publik, rakyatlah majikan yang mendanai gaji dan fasilitas kalian. Majikan sebenarnya adalah Rakyat, Abdi Negara adalah Babu Rakyat. Tuan-Ku Ya Rakyat! Jabatan Cuma Mandat!
Kualitas pelayanan ASN ini kalah jauh dibanding satpam Bank BCA. Satpam BCA bisa memperlakukan pelanggan seperti raja—selalu menyambut dengan ramah, ceria, baik hati, dan sangat responsif dari awal masuk ke pintu bank,saat pelayanan di dalam bank,hingga saat selesai hendak keluar dari bank itu Satpam BCA sangat ramah dan pelayanan nya top. Memanusiakan manusia. Sementara ASN di Samsat Keliling ini malah sebaliknya, bertingkah seolah rakyat yang butuh menyembah mereka.Pegawai Samsat tidak memanusiakan manusia sangat tidak ramah.
Mohon oknum petugas pelayanan publik seperti ini segera ditindak dan dievaluasi total. Jangan biarkan rakyat yang sudah taat bayar pajak malah disajikan pelayanan yang judes, angkuh, dan tidak tahu diri.