Detail Aduan
Lihat detail lengkap aduan LGWP29112625
Rincian Aduan
LGWP29112625
Selesai
Public
Pak saya mau tanya tentang kebijakan yg d buat oleh perhutani ..knp lahan yg d manfaatkan masyarakat harus d ambil alih oleh pihak perhutani secara sepihak tanpa ada pemberitahuan sebelumnya..knp lahan yg biasa d tanami masyarakat untuk menghidupi keluarga harus di sewakan ke perusahan untuk d tanami tebu dengan alasan perintah langsung dari pemerintah pusat padahal setiap tahun masyarakat jg membayar retribusi ke pemerintah dg nominal yg gk sedikit 4jt per 1 hektar yg mau saya tanyakan pak program dari pemerintah kan untuk mensejahterakan rakyat pak tp yg kami rasakan untuk kebijakan yg ini mlh menyengsarakan rakyat pak...tlng di tinjau kembali pak..kami butuh lahan untuk makan pak...
Disposisi
Jumat, 14 Oktober 2022 - 12:10 WIBAdmin Gubernuran
Laporan telah diteruskan ke DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
Verifikasi
Jumat, 14 Oktober 2022 - 13:52 WIBDINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
terima kasih atas laporannya
Progress
Minggu, 23 Oktober 2022 - 04:32 WIBDINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
kami koordinasikan dengan Perum Perhutani
Selesai
Rabu, 30 November 2022 - 07:24 WIBDINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
Menurut keterangan Perum Perhutani Program tersebut sesuai Surat Meneg No. S-1094/MBU/11/2020 tanggal 30 November 2020 perihal Arahan Pemegang Saham tentang Program Percepatan Ketahanan Pangan Nasional, selama kurun waktu 2022 s/d 2024 secara mandiri dengan pembiayaan dari Perum Perhutani.
Perum Perhutani sudah melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat terkait program tersebut baik formal maupun informal kepada segenap Kepala Desa dan Ketua LMDH.