Detail Aduan
Lihat detail lengkap aduan LGMB65850002
Rincian Aduan
LGMB65850002
Lampiran
Topik
Disposisi
Jumat, 08 September 2023 - 07:46 WIBAdmin Gubernuran
Verifikasi
Selasa, 12 September 2023 - 09:01 WIBDINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN
Terima kasih laporannya
Progress
Selasa, 19 September 2023 - 07:13 WIBDINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN
Kami telah berkoordinasi dengan Bidang terkait
Selesai
Selasa, 19 September 2023 - 07:15 WIBDINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN
Dari permasalahan yang Saudara sampaikan, kami informasikan hal-hal sebagai berikut :
1. Kondisi Umum :
a. Pada asaat ini dalam musim Gadu / musim Kemarau /setelah panen ke2, luasan panen hanya +- 20% dari kondisi MT1 dan MT2;
b. el Nino kekeringan meluas, spot2 yang berakibat panen kurang;
c. Pola pasca panen padi berubah dari kering ke basah, hasil panen langsung mengalir ke kantong-kantong (tengkulak dan pedagang Kab/Kota, Industri pengemasan), akibatnya mengurangi ketahanan pangan di masyarakat;
d. Penduduk yang selama ini kebutuhan pokoknya dari non beras beralih ke beras (seperti penduduk Sebagian P. Irian Jaya dan sebagian penduduk Ambon)
e. Beras masuk komodity industri (PT. Wilmar, beras indomaret, beras Alfamert dan beras2 kemasan industri besar lain dikemas dalam kemasan 5 kg dan 25kg);
f. Negara - negara produsen beras protek, mengamankan stok di negara masing2, seperti India melarang beras non Basmati.
2. Jalan Keluar / Solusi yang telah dan akan dilaksanakan :
a. Pemerintah melalui Bulog telah membanjiri pasar dengan beras SPHP yang harganya sesuai dengan HET, yaitu harga penjualan tertinggi hingga di tingkat konsumen maksimal Rp.10.900 per kg.
b. Bulog Kanwil Jawa Tengah per tgl 11 September 2023 mulai mendistribusikan bantuan beras 10 kg hari ini. Tahap awal ada enam kabupaten yang mulai didistribusikan hari ini. Kabupaten Demak, Kabupaten Rembang, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, Kota Tegal, dan Kabupaten Batang;
c. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta pemerintah daerah (Pemda) jangan ragu menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mengendalikan dan menangani dampak inflasi.
d. Mendorong penggunaan keanekaragaman pangan lokal non beras.
e. Mendorong peran yang lebih luas BUMD Pangan , Koperasi dan BUMP dalam perannya memperkuat ketersediaan beras.
f. Dinia perbankan dapat memberikan akses yang mudah dan luas bagi pelaku usaha di bidang pangan.
g. Penerima Bansos beras dilakukan melalui situs Kementerian Sosial.
h. Nama penerima manfaat yang sesuai dengan data di e-KTP atau Dukcapil;
i. Koordinasi dan masukan dapat dilakukan melalui Dinas Sosian di wilayah Kab/Kota.
Demikian yang bisa kami sampaikan matur suwun.