Rincian Aduan
LGMB22105826
Verifikasi
Public
Lampiran
Kepada Yth.
Admin Gubernuran Jawa Tengah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah
di tempat
Perihal: Follow-Up Aduan Nomor LGMB99659881 – Pelanggaran Andalalin, Kemacetan Parah, Ancaman Aksi Massa, dan Korban Kecelakaan akibat Perilaku Siswa/Siswi SMK Muhammadiyah Bawang – Permohonan Jalur Tembusan Mandiri
Dengan hormat,
Melalui surat ini, saya menyampaikan follow-up atas aduan yang telah saya sampaikan sebelumnya dengan nomor LGMB99659881 mengenai gangguan lalu lintas yang disebabkan oleh siswa/siswi SMK Muhammadiyah Bawang di jalur lingkar SMA (Jalan Jlamprang), Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.
---
Kondisi Terkini di Lapangan
Hingga saat ini, kemacetan parah masih terjadi setiap pagi hari di jalur lingkar SMA, terutama pada jam masuk sekolah. Siswa/siswi SMK Muhammadiyah Bawang masih menggunakan jalur tersebut sebagai akses utama menuju parkiran sekolah yang berada di belakang, meskipun kondisi jalan sangat sempit dan tidak dirancang untuk menampung volume kendaraan sebesar itu (±700 kendaraan setiap pagi). Perilaku "one way" semakin sering terjadi, di mana kendaraan siswa/siswi SMK mengambil jalur satu arah secara sepihak tanpa memperhatikan pengguna jalan lain, yang sangat berbahaya dan telah menimbulkan korban.
Keadaan ini sangat mengganggu, tidak hanya pada saat pulang sekolah, tetapi juga pada saat berangkat sekolah. Lonjakan kendaraan siswa/siswi SMK yang melintas di jalur lingkar dan jalan kabupaten membuat pelajar SMA yang hendak menyeberang di jalan kabupaten merasa was-was dan ketakutan karena kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak tertib.
---
Sejarah Parkir SMK dan Lonjakan Kendaraan
Perlu saya sampaikan bahwa dulu parkiran SMK Muhammadiyah Bawang kebanyakan berada di depan sekolah. Namun, setelah tersedia parkiran di belakang sekolah, semua siswa/siswi SMK kini lewat melalui jalur belakang (Jalan Lingkar SMA/Jlamprang) . Akibatnya, terjadi lonjakan kendaraan yang sangat besar — sekitar 700 unit sepeda motor setiap hari — di jalur yang awalnya diperuntukkan bagi SMA.
Saya memahami bahwa jalan tersebut adalah jalan umum, tetapi Andalalin (Analisis Dampak Lalu Lintas) menunjukkan bahwa kondisi ini sangat berbahaya. Volume kendaraan yang sangat tinggi di jalur yang sempit, dikombinasikan dengan perilaku ugal-ugalan, telah menciptakan situasi yang tidak aman bagi semua pengguna jalan, terutama pelajar SMA dan masyarakat sekitar.
---
Perilaku Ugal-Ugalan Saat Pulang Sekolah dan Hari Jumat
Tidak hanya pada pagi hari, pulang sekolah juga banyak perilaku ugal-ugalan dari siswa/siswi SMK yang melintas di jalur lingkar SMA. Namun, yang paling mengganggu adalah pada hari Jumat — siswa/siswi SMK pulang lebih cepat setelah sholat Jumat, sementara SMA Negeri 1 Bawang masih belajar hingga jam 14.00 WIB. Suara knalpot brong yang bising dari siswa/siswi SMK sangat mengganggu proses belajar mengajar di lingkungan SMA dan meresahkan warga sekitar.
Kondisi ini diperparah dengan perilaku siswa/siswi SMK yang:
· Menggunakan knalpot brong — menimbulkan kebisingan yang mengganggu kenyamanan warga dan lingkungan sekitar.
· Bonceng 3 — melanggar aturan lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan.
· Ugal-ugalan — berkendara dengan kecepatan tinggi dan tidak tertib, membahayakan diri sendiri dan orang lain.
---
Dampak terhadap Pelajar SMA dan Masyarakat
· Pelajar SMA yang menyeberang di jalan kabupaten merasa was-was dan terancam karena lonjakan kendaraan siswa/siswi SMK yang melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak tertib. Mereka tidak bisa menyeberang dengan tenang karena harus menghindari kendaraan yang melintas secara ugal-ugalan.
· Masyarakat umum yang melintas untuk bekerja, mengantar anak, atau keperluan lain juga terjebak macet setiap hari dan menjadi korban dari ketidaktertiban ini.
---
Pelanggaran Melawan Arah di Jalur Provinsi dan Kabupaten
Tidak hanya di jalur lingkar, pelanggaran melawan arah juga terjadi di jalan provinsi maupun kabupaten. Banyak pengendara yang mengambil jalur berlawanan karena tidak sabar menunggu penyebrang (pelajar SMA maupun SMK) yang memakan waktu cukup lama. Akibatnya, arus lalu lintas menjadi kacau, risiko kecelakaan meningkat, dan citra Kabupaten Batang semakin buruk di mata pengunjung serta wisatawan.
---
Fakta Kecelakaan yang Sangat Serius
Setelah adanya aduan dari masyarakat, saya langsung mencari konfirmasi kebenarannya. Berdasarkan hasil konfirmasi dari saksi warga sekitar dan korban, diketahui bahwa:
· Yang menabrak adalah siswi SMK Muhammadiyah Bawang yang mengendarai sepeda motor bit merah.
· Diduga siswi tersebut menyelonong saat melintas di jalan kabupaten (jalan kecil), sehingga terjadi tabrakan dengan masyarakat.
· Alhamdulillah, kejadian tersebut sudah berakhir dengan damai.
Namun, dampak kecelakaan tersebut sangat serius — korban tidak bisa berjalan akibat kejadian tersebut. Ini menunjukkan bahwa meskipun sudah didamaikan, kecelakaan telah merenggut kesehatan dan masa depan seseorang.
Ini masih perlu dikaji ulang dan menjadi perhatian serius, karena masyarakat terus menjadi korban dari ketidaktertiban yang disebabkan oleh aktivitas siswa/siswi SMK di jalur tersebut. Fakta ini membuktikan bahwa kondisi lalu lintas di jalur tersebut sudah sangat membahayakan dan dapat merenggut nyawa atau melumpuhkan orang lain kapan saja.
---
Ancaman Aksi Massa
Saya sangat khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan. Masyarakat adalah korbannya — mereka sudah sangat terganggu dan kesal karena setiap hari harus terjebak macet dan mendengar kebisingan. Jika tidak ada tindakan nyata dari pemerintah, dikhawatirkan akan muncul aksi massa dari masyarakat yang sudah kehilangan kesabaran. Ini bukan ancaman, melainkan peringatan bahwa situasi sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan solusi segera.
---
Pelanggaran Andalalin dan Kepadatan Lalu Lintas
Penggunaan jalur lingkar SMA oleh siswa/siswi SMK Muhammadiyah Bawang sebagai akses utama bertentangan dengan Andalalin (Analisis Dampak Lalu Lintas) yang seharusnya menjadi dasar perencanaan dan pengelolaan lalu lintas di sekitar sekolah.
Data menunjukkan bahwa Andalalin sangat padat sekali — volume kendaraan siswa/siswi SMK (±700 unit) dan SMA (±400 unit) total mencapai lebih dari 1.100 kendaraan setiap hari di jalur yang sempit. Hal ini jelas tidak sesuai dengan analisis yang ada, dan menunjukkan bahwa Andalalin tidak pernah dievaluasi ulang meskipun jumlah pelajar terus bertambah.
---
Perbandingan dengan Sekolah Lain
Saya ingin menyampaikan bahwa di sekolah-sekolah lain, rata-rata jalur masuk dan pulang siswa/siswi tidak digabung karena mereka mematuhi Andalalin. Salah satu contoh yang sangat baik adalah SMKN Kandeman, yang menerapkan sistem lalu lintas yang tertib dan patuh terhadap aturan, sehingga tidak mengganggu masyarakat sekitar. Saya berusaha meniru sistem yang diterapkan di SMKN Kandeman karena saya melihat bahwa kepatuhan terhadap Andalalin sangat penting untuk menciptakan ketertiban dan keselamatan bersama.
---
Upaya yang Telah Dilakukan
Saya telah bekerja sama dan memperketat pengawasan bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Batang untuk menekan angka kecelakaan dan memperbaiki citra pendidikan di wilayah Kecamatan Bawang.
Selain itu, saya bersama pihak SMA Negeri 1 Bawang telah mencetak MMT (spanduk) peringatan untuk dipasang di sepanjang jalur lingkar SMA sebagai upaya mengingatkan pengendara agar berhati-hati dan tidak ngebut. Namun, MMT tersebut belum dipasang karena masih dalam proses perakitan. Meskipun demikian, langkah ini menunjukkan bahwa masyarakat dan pihak SMA sudah berupaya secara mandiri untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Sayangnya, upaya ini belum cukup efektif karena:
· Kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas masih rendah.
· Tidak ada penegakan aturan yang tegas dari pihak berwenang.
· Perilaku ugal-ugalan, knalpot brong, dan bonceng 3 terus terjadi tanpa sanksi.
---
Media Sosial dan Keresahan Masyarakat
Permasalahan ini sudah ramai diperbincangkan di media sosial, dengan banyaknya keluhan dari masyarakat yang terdampak. Selain itu, di tingkat masyarakat, banyak warga yang menceritakan hal yang sama kepada saya — mereka merasa resah, terganggu, dan khawatir akan keselamatan keluarga mereka yang melintas di jalur tersebut. Ini bukan lagi masalah individu, tetapi sudah menjadi masalah kolektif yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
---
Permohonan Tegas
Saya memohon dengan sangat kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dan Admin Gubernuran Jawa Tengah untuk:
Mewajibkan SMK Muhammadiyah Bawang segera membuat jalur tembusan sendiri dari gerbang depan (Jalan Provinsi) sampai parkiran belakang sekolah. Jalur ini harus terpisah dari jalan umum dan tidak mengganggu masyarakat sekitar. Sebab, hingga saat ini SMK Muhammadiyah Bawang masih menggunakan jalur lingkar SMA yang sempit dan membahayakan masyarakat luas.
Jangan buat banyak alasan untuk pihak SMK. Tidak perlu ada alasan kekurangan dana, izin, atau hal-hal lainnya. Massa, citra, dan nyawa masyarakat serta pelajar lain jauh lebih berbahaya daripada uang kas sekolah SMK.
Ini menyangkut:
1. Nyawa dan masa depan — korban tidak bisa berjalan akibat kecelakaan yang disebabkan oleh siswa/siswi SMK.
2. Citra pendidikan — sekolah lain sudah patuh, SMK harus mengikuti.
3. Kenyamanan dan keamanan masyarakat — masyarakat sudah terlalu lama dirugikan.
4. Ancaman aksi massa — kemarahan masyarakat sudah memuncak.
5. Keselamatan pelajar SMA — mereka was-was saat menyeberang di jalan kabupaten karena lonjakan kendaraan siswa/siswi SMK.
SMK Muhammadiyah Bawang adalah sekolah swasta yang mapan dengan lahan dan dana yang cukup. Kewajiban mereka adalah menyediakan akses yang aman bagi siswa/siswinya tanpa merugikan masyarakat luas.
---
Penutup
Saya berharap dengan adanya follow-up ini, tindakan nyata segera diambil sebelum terjadi kecelakaan yang lebih fatal atau aksi massa dari masyarakat yang sudah kehilangan kesabaran. Saya tidak ingin terus-terusan mengeluh, tetapi kondisi di lapangan sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan solusi segera.
Atas perhatian dan tindak lanjutnya, saya ucapkan terima kasih.