Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi

Detail Aduan

Lihat detail lengkap aduan LGMB10767961

Rincian Aduan

LGMB10767961

Selesai Public

Lampiran

KABUPATEN SRAGEN
28 Jun 2026
0 ditandai
Saya melaporkan bahwa rumah kami di Kabupaten Sragen sangat sering kemasukan abu halus yang diduga berasal dari sisa pembakaran Pabrik Gula Mojo Sragen. Abu tersebut mengotori rumah, mengganggu aktivitas sehari-hari, serta berpotensi berdampak pada kesehatan keluarga. Kami memohon agar permasalahan ini segera ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan pengawasan terhadap sumber pencemaran tersebut agar masyarakat dapat kembali menikmati lingkungan yang bersih dan sehat.

Disposisi

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:45 WIB

Admin Gubernuran

Laporan telah diteruskan ke Kabupaten Sragen

Dikembalikan

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:59 WIB

Kabupaten Sragen

Informasi dari DLH Kabupaten Sragen, PG mojo merupakan kewenangan Provinsi

Disposisi

Senin, 29 Juni 2026 - 08:02 WIB

Admin Gubernuran

Laporan telah diteruskan ke DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Verifikasi

Senin, 29 Juni 2026 - 19:54 WIB

DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Terima kasih atas aduan Anda

Progress

Kamis, 09 Juli 2026 - 11:14 WIB

DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN


Yth. Pelapor,Terima kasih atas laporan Anda. Aduan mengenai paparan abu halus PG Mojo Sragen ditindaklanjuti oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah bersama DLH Kabupaten Sragen dengan melakukan koordinasi dan verifikasi langsung di lapangan.

Selesai

Kamis, 09 Juli 2026 - 11:15 WIB

DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Yth. Pelapor,


Terima kasih atas laporan yang Anda sampaikan. Menindaklanjuti aduan mengenai paparan abu halus dari aktivitas PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Unit PG Mojo Sragen, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah bersama DLH Kabupaten Sragen telah melaksanakan verifikasi lapangan pada tanggal 8 Juli 2026.


Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebaran abu dipicu oleh adanya peningkatan kapasitas giling tebu pada tahun 2026 yang berdampak pada peningkatan aliran uap (steam flow) boiler, sehingga tangkapan alat pengendali emisi (Electro Static Precipitator/ESP) sempat kurang optimal. Selain itu, abu lolos karena ash silo belum tertutup sepenuhnya serta adanya sebaran abu saat mobilisasi.


Saat ini, pihak perusahaan telah melakukan langkah-langkah penanganan cepat, antara lain:

- Melakukan pengaturan ulang (re-setting) sistem ESP agar penangkapan abu lebih maksimal.

- Memasang dinding seng, paranet, dan penutup (cover) pada ash silo.

- Menambah pemasangan spray nozzle wet scrubber sebanyak 6 buah pada aliran gas buang cerobong boiler.

- Melakukan penyiraman jalan di dalam area pabrik secara rutin menggunakan truk tangki (5-7 kali per shift) serta pembersihan berkala (housekeeping).

- Menjalin kerja sama pemanfaatan abu dan blotong dengan pihak ketiga untuk mengurangi penumpukan.


DLHK Provinsi Jawa Tengah bersama DLH Kabupaten Sragen akan terus memantau komitmen pengelolaan lingkungan hidup PG Mojo guna memastikan kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar tetap terjaga.