Saya merupakan pengelola Panti Rehabilitasi Sakit Jiwa Nurussalam (Ngepreh, Sayung, Demak) yang sejak Februari 2025 hingga saat ini terus terdampak banjir. Air memang sempat surut kurang dari satu bulan, namun kemudian kembali naik dan menggenang hingga sekarang.
Di panti yang saya kelola terdapat sekitar 80 pasien ODGJ yang harus kami rawat setiap hari. Dalam kondisi banjir seperti ini, kami tetap berupaya menjalankan kegiatan dan memenuhi kebutuhan mereka. Kami sudah mencoba meninggikan bangunan, namun air masih tetap masuk dan menggenang. Di salah satu sudut desa memang sudah ada pompa, tetapi genangan air belum juga surut sepenuhnya.
Kami sudah berusaha meminta bantuan kepada pemerintah setempat, namun sampai saat ini belum ada respons terkait penanganan banjir yang kami alami. Selama ini Dinas Sosial memang membantu dalam bentuk permakanan sosial (SOSH) setiap tahun, namun belum ada solusi untuk persoalan banjir yang berkepanjangan ini.
Kami merasa kebingungan harus mengadu ke mana lagi. Dalam kondisi banjir yang terus berlangsung, kami juga harus memikirkan biaya operasional panti, sementara harga bahan pokok dan berbagai kebutuhan terus meningkat. Setiap hari kami harus mencari cara agar kebutuhan makan dan kebutuhan pribadi para pasien tetap terpenuhi.
Melalui aduan ini, saya memohon kepada Bapak Gubernur dan instansi terkait agar dapat segera mencarikan solusi atas permasalahan banjir yang kami alami, sehingga kami dapat kembali menjalankan kegiatan seperti semula dan para pasien dapat beristirahat dengan lebih nyaman.
Saya mohon maaf apabila dalam penyampaian ini terdapat kata-kata yang kurang berkenan. Tidak ada maksud dari saya untuk menyinggung atau menyalahkan pihak mana pun.
Detail Aduan
Lihat detail lengkap aduan LGIG99114787
Disposisi
Kamis, 26 Februari 2026 - 10:16 WIBAdmin Gubernuran
Laporan telah diteruskan ke BIRO KESEJAHTERAAN RAKYAT