Detail Aduan

Lihat detail lengkap aduan LGIG20085260

Rincian Aduan

LGIG20085260

Selesai Public
KABUPATEN KENDAL
17 Nov 2022
0 ditandai
Assalamualaikum pak Bapak mohon ijin bapak yang terhormat. banyak warga yang mengeluhkan harga jagung semakin anjlok pak, tepatnya di desa Jenarsari Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal pak. Mohon solusinya pripun pak gubernur, sekarang harga mulai dari benih, pupuk, sampai obat-obatan yang lain pun naik semua pak. Adanya kartu tani juga masih belum bisa mengcover kebutuhan para tani pak, mohon di diskusikan dengan pihak terkait nggeh pak mengenai harga jagung supaya tidak semakin turun terus harganya pak, sekarang jagung di angka 3500-3800/kg pak. Biasanya jagung per Kg di angka 4000-5000 per Kg Pak ???????? Mohon responnya pak

Disposisi

Kamis, 17 November 2022 - 11:34 WIB

Admin Gubernuran

Laporan telah diteruskan ke DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

Verifikasi

Jumat, 18 November 2022 - 10:24 WIB

DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

Terima kasih laporannya

Progress

Selasa, 22 November 2022 - 06:57 WIB

DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

Terima kasih laporannya

Selesai

Selasa, 22 November 2022 - 07:00 WIB

DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

Dari permasalahan yang Saudara sampaikan dapat kami informasikan bahwa  fenomena Panen Harga Jatuh :
  • Informasi dari rekan-rekan di beberapa daerah seperti Grobogan yang merupakan sentra Jagung, saat ini sedang musim panen;
  • Ketika saat panen persediaan Melimpah/banyak sehingga posisi tawar petani melemah dikarenakakan semua Petani ingin menjual semua hasilnya;
  • Penomena perubahan Pola Pasca Penen dari Sistem Kering beralih ke Pola Basah inilah yang menyebabkan harga jatuh. Dahulu Ketika panen para Petani tidak menjual langsung semua hasil pertaniannya Tetapi menjual sesuai kebutuhan uang dan Sebagian di simpan dan menjualnya lagi Ketika harga sudah membaik.

Tawaran Solusi :

  • Dalam Bertani hendaknya membentuk Kelompok Tani yang akan membahas semua persoalan pertanian;
  • Menunda jual hasil panen, dengan jalan menyimpannya bersama kelompok tani yang di simpan di RESI GUDANG milik pemerintah yang ada di Kab/Kota, selanjutnya dapat Penjaminan yang dapat diuangkan oleh penjamin dari Perbankan;
  • Mengikuti PASAR LELANG KOMODITY yang dilaksanakan oleh Dinas yang membidangi perdagangan baik tingkat Kab/Kota dan Provinsi;
  • Kelompok tani dapat menjalin kerja sama dengan pelaku Peternakan seperti Koperasi Ternak Ayam Pedaging / Petelur dan lainnya;
  • Untuk mendapatkan nilai tambah Batang Jagung dan Janggel Jagung dapat diproses menjadi serbuk pakan tambahan bagi ternak.

Permasalahan Pupuk dan Pestisida :

  • Penetapan RDKK oleh Pemerintah tidak 100% sesuai kebutuh petani, mengingat terbatasnya Subsidi. Dari sini sudah menimbulkan masalah yaitu kekurangan, untuk itu petani didorong menggunakan pupuk lain seperti pupuk organic yang lebih murah dan tidak merusak alam;
  • Bila ada kekurangan/pengalihan alokasi pupuk karena perubahan jenis komoditas tanaman dapat mengajukan ke Pemerintah berdasarkan Permentan No. 41/2021 Tentang Penetapan alokasi provinsi oleh Gubernur dan alokasi kabupaten/kota/Kecamatan oleh bupati/walikota, sedangkan Realokasi dapat dilaksanakan oleh Kadistan Provinsi/Kab/Kota; Apabila diperlukan, Data eRDKK dapat dievaluasi 6 bulan sekali pada tahun berjalan sesuai usulan daerah; Penebusan pupuk bersubsidi diwajibkan menggunakan kartu tani pada lokasi yang infrastruktur/kelengkapan instrumen penebusan transaksi tersedia atau KTP petani dengan catatan telah terdaftar dalam RDKK;
  • Bahan baku pestisida kita 90% masih import, sehingga bila dollar naik harga akan ikut naik. Pemerintah mendorong petani menggunakan pestisida nabati yang alami.
  • Pembelian/pengadaan benih hendaknya bekerja sama dengan Balai Benih Dinas Pertanian yang dapat memberikan / menyediakan bibit unggul, produksi tinggi dan tahan hama.
Demikian yang bisa kami sampaikan, matur suwun