Detail Aduan
Lihat detail lengkap aduan LGIG00757923
Rincian Aduan
LGIG00757923
kecamatan Bancak
Kabupaten Semarang
Aduan: Jadi nenekku hari rabu jam 9 pagi kegigit ular dedor klaras, di bawa ke klinik terdekat sudah ngasih tau kalo kegigit ular tapi gk di suntik anti bisa min, cuma di infus trus gak tahu yg di suntikan itu anti biotik atau apa. Lalu sore hari air liur nya ada sedikit darah, nenekku ngomong "gapapa, untu ku ogak arep potol" truss oh iyo min mikire kan msalah gigi yaa. Trus malem nya kok masih ada air liur cmpur darah. Salahnya kluargaku gak omg dokter min cuma drah yang keluar dari bekas gigitan ular masih netes akhire di perban min. Trus besok pagi ne air liure berubah min jadi merah ke hitaman. Lalu dri pihak keluarga inisiatif pindah ke RS aja. Itu pun proses e belibet min dari siang hari sampai malam. Akhirnya malam jam setengah 8 udah selesai ngurus administrasi lalu otw ke RS ambarawa. Sampai Rs udah bilang bla bla bla. Dan akhirnyaaa minn harus di suntik obat bius 4x (per satu nya 1jt)
Pelayanan dari klinik adi sehat yang kurang memuaskan. Pasien tergigit ular tp tidak di beri suntikan anti bisa
Disposisi
Jumat, 24 Oktober 2025 - 10:07 WIBAdmin Gubernuran
Verifikasi
Senin, 27 Oktober 2025 - 08:43 WIBKabupaten Semarang
Progress
Rabu, 29 Oktober 2025 - 12:38 WIBKabupaten Semarang
"Kronologi Pasien Ny. Dasinem
Pada tanggal 22 Oktober 2025 pukul 09.00 WIB, pasien atas nama Ny. Dasinem, usia 81 tahun, datang diantar oleh tetangganya ke Klinik Rawat Inap Adi Sehat Bancak dengan keluhan jari tangan kanan digigit ular jenis dedor klaras. Pasien mengeluh nyeri, dan pada bekas gigitan ular tampak bengkak. Kami menyarankan untuk dilakukan pengobatan dan perawatan di klinik dengan pemberian Anti Bisa Ular (ABU). Pasien dan pengantar (tetangga) setuju untuk perawatan rawat inap dan pemberian ABU di Klinik Adi Sehat. Pengantar kemudian menghubungi pihak keluarga pasien melalui telepon dan menyampaikan bahwa keluarga berkenan agar pasien dirawat.
Kondisi umum pasien (KU) dalam keadaan cukup baik, dengan tekanan darah 192/99 mmHg, nadi 89 kali per menit, dan SpO₂ sebesar 99%. Pasien telah diberikan perawatan sesuai dengan advice dokter DPJP, dr. P. Adi Nugroho, Sp.PD, FINASIM, dengan tindakan sebagai berikut: pemberian Anti Bisa Ular 1 vial melalui drip/infus NaCl, injeksi Ceftriaxone 1x2 gram, injeksi Ketorolac 2x30 mg, dan Amlodipine 1x10 mg.
Pada pukul 11.00 WIB, pasien mengeluh bekas gigitan ular merembes darah dan gusi berdarah. Pasien menyatakan bahwa giginya sudah goyang dan memang biasa berdarah sebelum digigit ular. Berdasarkan advice dari dokter DPJP, diberikan tambahan terapi berupa injeksi Asam Traneksamat 3x500 mg dan dilakukan balut luka.
Pada tanggal 23 Oktober 2025 pukul 16.00 WIB, pasien mengeluh gusi masih terkadang mengeluarkan darah berwarna merah dalam jumlah sedikit. Kami telah memberikan informasi bahwa keluhan tersebut merupakan efek dari bisa ular, yang seharusnya membutuhkan ABU lebih dari satu vial. Namun, pihak klinik sudah tidak memiliki stok ABU lagi. Keluarga kemudian meminta agar pasien dirujuk ke rumah sakit, dan memilih Rumah Sakit dr. Gunawan Mangun Kusumo (RSGM) Ambarawa sebagai tujuan rujukan.
Pukul 16.30 WIB, kami menghubungi pihak IGD RSGM Ambarawa namun tidak diangkat. Kami kemudian menghubungi Case Manager RSGM Ambarawa atas nama Bidar Wulan, yang menyarankan untuk menghubungi IGD PONEK RSGM Ambarawa. Pihak RS RSGM merespons dengan baik dan menyatakan siap menerima rujukan pasien, serta memberikan informasi bahwa RSGM memiliki ketersediaan ABU (bukti terlampir).
Pukul 17.00 WIB, surat rujukan sudah disiapkan dan kami kembali memberikan informasi kepada kamar perawatan pasien bahwa RSGM siap menerima rujukan.
Pada pukul 18.00 WIB, ambulance, sopir, dan perawat Klinik Rawat Inap Adi Sehat sudah siap di depan klinik untuk merujuk pasien. Namun, pihak keluarga pasien tidak berkenan diantar dengan ambulance karena memiliki mobil sendiri dan ingin berangkat sendiri. Pihak klinik memperkenankan keluarga untuk berangkat dengan kendaraan pribadi dan menyampaikan dengan baik bahwa surat rujukan telah kami kirimkan melalui WhatsApp kepada pihak RSGM (bukti terlampir)."
Progress
Rabu, 29 Oktober 2025 - 12:43 WIBKabupaten Semarang
berikut lampiran koordinasi yang dilakukan Klinik Adi Sehat dengan Rumah Sakit dr. Gunawan Mangunkusumo.
Selesai
Senin, 03 November 2025 - 07:54 WIBKabupaten Semarang
Laporan tersebut telah ditindaklanjuti melalui penyampaian penjelasan dan klarifikasi.