Detail Aduan

Lihat detail lengkap aduan LGFB84134845

Rincian Aduan

LGFB84134845

Progress Public

Lampiran

KABUPATEN BOYOLALI
28 Apr 2026
1 ditandai
saya orang Boyolali,, minta di bangunkan jembatan penghubung akses petani kesawah dan akses antar desa ,sejak jaman Mbah buyut petani nyebrang sungai kalo ke sawah,ini foto jembatan swadaya warga terbuat dari bambu,,tapi sudah mau ambrol kena banjir bandang.buatkan akses jalan juga,, kami hidupnya susah kalo gak ada jalan dan jembatan penghubung antar desa,,musti muter jauh, petani musti nyeberang sungai.
Lokasi tepatnya dukuh doksari, desa ndlingo,kecamatan Mojosongo,kabupaten boyolali.
Saya sangat berharap pemerintah turun menangani serius,, kalo bapak liat dengan mata sendiri pasti gak tega,, kadang petani yang dari timur juga nyeberang kalo lagi banjir,,kalo mau ke desa seberang kali musti muter jauh banget

Disposisi

Selasa, 28 April 2026 - 12:11 WIB

Admin Gubernuran

Laporan telah diteruskan ke Kabupaten Boyolali

Verifikasi

Kamis, 30 April 2026 - 11:35 WIB

Kabupaten Boyolali

Laporan kami terima

Progress

Senin, 04 Mei 2026 - 09:25 WIB

Kabupaten Boyolali

Laporan sudah diteruskan ke DPUPR Kabupaten Boyolali

Progress

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:18 WIB

Kabupaten Boyolali

Telah dilakukan koordinasi dengan BPBD dan sedang dilakukan verifikasi aduan, cek lokasi, dan uji kelayakan.

Progress

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:21 WIB

Kabupaten Boyolali

Kepada Yth.

  • Bupati Boyolali
  • Wakil Bupati Boyolali
  • Sekda Kab. Boyolali
  • Kalakhar BPBD Prop. Jateng.
  • Ketua Komisi IV DPRD Kab. Boyolali


Mohon izin melaporkan kegiatan posko penanggulangan bencana BPBD Kabupaten Boyolali:

  • Laporan pengkajian kebutuhan pascabencana (jitupasna) kejadian tanah longsor di Ds. Jurug, Kec. Mojosongo serta peninjauan lokasi tindak lanjut aduan Laporgub tentang permohonan pembangunan jembatan di Ds. Dlingo, Kec. Mojosongo.


A. WAKTU

     Hari : Selasa

     Tanggal : 12 Mei 2026

     Pukul : 08:00 - 12:00 WIB


B. LOKASI

* Desa Jurug, Kec. Mojosongo, Kab. Boyolali.

* Desa Dlingo, Kec. Mojosongo, Kab. Boyolali


C. UPAYA/TINDAKAN

  • Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi melaksanakan asesmen pengkajian kebutuhan pascabencana (jitupasna) kejadian tanah longsor di Ds. Jurug, Kec. Mojosongo serta peninjauan lokasi tindak lanjut aduan Laporgub tentang permohonan pembangunan jembatan di Ds. Dlingo, Kec. Mojosongo.


D. KENDALA

* Tidak ada


E. ISI LAPORAN

1. Kejadian tanah longsor di Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo

  • Menindaklanjuti laporan koordinasi antara Trantib Kecamatan Mojosongo dengan Pemdes Jurug perihal kejadian tanah longsor pada abutment jembatan yang terjadi pada hari Sabtu, 26 Februari 2022 sekitar pukul 15.00 WIB di Dk. Karangkidul RT 01/RW 07, Ds. Jurug, Kec. Mojosongo yang belum ditangani hingga saat ini.
  • Dari hasil asesmen, longsornya abutmen jembatan berukuran kurang lebih panjang 5 m dengan ketinggian 10 m yang menghubungkan antara Ds. Jurug, Kec. Mojosongo dengan Ds. Manggis, Kec. Mojosongo tersebut sangat mengganggu kehidupan warga sekitar dikarenakan jembatan tersebut sebagai akses tercepat menuju fasilitas pendidikan. Selain itu, berdasarkan informasi dari perangkat desa, akibat longsornya abutmen jembatan yang mengikis badan jalan tersebut sudah terjadi 5 kali kejadian orang mengendarai motor terperosok ke dalam longsoran tersebut.
  • Situasi terakhir, kondisi badan jalan yang hanya tersisa kurang dari 1 m dan sudah berongga sangat membahayakan pengendara motor yang melewati jembatan tersebut. Berdasarkan kondisi tersebut, telah dilakukan upaya dari pihak desa dengan membatasi akses separuh jalan dengan penutupan menggunakan bambu.
  • Dari hasil tinjauan kondisi secara menyeluruh, telah dilakukan koordinasi dan rekomendasi penanganan sementara kepada pihak perangkat desa untuk menambah bambu sebagai penutup akses jalan dan menambah rambu hati-hati bagi pengendara yang melewati jembatan tersebut serta untuk memperpanjang abutmen jembatan dalam proses rehabilitasi jembatan kedepannya. Selain itu terdapat potensi bahaya apabila badan jalan tidak segera ditangani yaitu dikhawatirkan terjadi longsoran susulan yang dapat berimbas pada saluran irigasi di dekatnya yang dapat berdampak pada pengairan sawah kurang lebih sekitar 22 Ha lahan.
  • Akibat kejadian ini, diperkirakan membutuhkan estimasi perbaikan sekitar Rp 81.000.000,00.
  • Diperlukannya peran Pemerintah Kabupaten Boyolali untuk membantu warganya meringankan beban warga terdampak sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

2. Peninjauan lokasi tindak lanjut aduan Laporgub tentang permohonan pembangunan jembatan di Desa Dlingo, Kecamatan Mojosongo

  • Menindaklanjuti laporan masyarakat yang berasal dari Laporgub perihal permohonan pembangunan jembatan sebagai akses petani ke sawah dikarenakan banyak petani di Ds. Dlingo, Kec. Mojosongo yang memiliki lahan persawahan di Ds. Krasak, Kec. Teras guna menyebrangi Sungai Butak yang merupakan anak Kali Pepe yang berlokasi di Dk. Doksari RT 11/RW 03, Ds. Dlingo, Kec. Mojosongo.
  • Dari hasil tinjauan di lokasi bersama DPUPR Kabupaten Boyolali Bidang Bina Marga dan Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Boyolali, jembatan bambu yang menghubungkan antara Ds. Dlingo, Kec. Mojosongo dengan Ds. Krasak, Kec. Teras memiliki ukuran kurang lebih panjang 44 m dengan lebar 2 m. Kondisi akses jalan menuju jembatan bambu dari arah Ds. Dlingo, Kec. Mojosongo berupa jalan cor beton sepanjang kurang lebih 150 m dengan lebar 2 m yang terletak di atas tanah negara/tanah adat (oro-oro), sedangkan akses jalan menuju jembatan bambu dari arah Ds. Krasak, Kec. Teras berupa jalan setapak tanah sepanjang kurang lebih 250 m dengan lebar 1 m dan masih merupakan lahan milik warga. Untuk lahan sisi jembatan Desa Krasak berada pada lahan milik Bapak Sowirejo Parman (letter C) pada sisi barat jembatan bambu dan milik Bapak Suroso pada sisi timur jembatan bambu.
  • Situasi terakhir, telah dilakukan upaya perbaikan jembatan yang sudah rapuh oleh petani di Ds. Dlingo, Kec. Mojosongo yang memiliki lahan sawah di Ds. Krasak, Kec. Teras dengan konstruksi bambu (foto terlampir). Pada kondisi eksisting saat ini, sudah terdapat jembatan penghubung antara Ds. Dlingo, Kec. Mojosongo dengan Ds. Krasak, Kec. Teras yang jaraknya kurang lebih 1,6 km ke arah Timur dari lokasi jembatan bambu (lokasi terlampir).
  • Dari hasil tinjauan kondisi secara menyeluruh, sudah terdapat usulan dari Pemerintah Desa Dlingo yang disepakati juga oleh Pemerintah Desa Krasak melalui usulan Musrenbang mengenai kegiatan pembangunan jembatan penghubung Ds. Dlingo, Kec. Mojosongo s/d Ds. Krasak, Kec. Teras dengan panjang 30 m, lebar 3 m yang berlokasi di sisi Barat jembatan bambu dengan jarak kurang lebih 900 m dan anggaran sebesar Rp 285.000.000,00 pada tahun 2027 (data usulan terlampir), berdasarkan informasi dari perangkat desa Dlingo sudah tersedia akses jalan pada Desa Dlingo maupun Desa Krasak.
  • Dari hasil asesmen untuk pembangunan jembatan baru pada lokasi jembatan bambu, diperkirakan membutuhkan estimasi anggaran sekitar Rp 640.000.000,00 dengan panjang 44 m dan lebar 2 m.
  • Diperlukannya peran Pemerintah Kabupaten Boyolali untuk membantu warganya meringankan beban warga terdampak sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.


F. UNSUR-UNSUR YG TERLIBAT DI LAPANGAN

   1. BPBD Kabupaten Boyolali

   2. DPUPR Kabupaten Boyolali

   3. Setda Kabupaten Boyolali

   4. Trantib Kecamatan Mojosongo

   5. Pemdes Jurug, Kec. Mojosongo

   6. Pemdes Dlingo, Kec. Mojosongo


Demikian laporan kegiatan posko penanggulangan bencana BPBD Kabupaten Boyolali


Salam Tangguh 

Salam Kemanusiaan


BPBD Kabupaten Boyolali

Jl. Boyolali-Solo, Km 2, Mojosongo, Boyolali

* Email : bpbd@boyolali.go.id

* Instagram : pusdalopabpbdboylali

* Facebook : PusdalopPbBpbdboyolali

* Twitter : PusdalopsPbBpbdboyolali

* WhatsApp : 0811 2950 033

* Website : https://bpbd.boyolali.go.id/