Detail Aduan

Lihat detail lengkap aduan LGAN07926657

Rincian Aduan

LGAN07926657

Selesai Public
KABUPATEN PEKALONGAN
25 Aug 2023
0 ditandai
pak ganjar sekarang saya lihat pasar mulai pada sepi perputaran ekonominya dari saya lihat kacamata orang awam. kalah sama julan online. yang hancur hancuran harga. menurut saya ini perlu di pikirkan oleh pemerintah. pak. sekarang tangan pertama itu langsung menuju ke pembeli. tangan pertama juga akan kalah sama tangan pertama pemlik modal besar. sehingga menghancurkan sistem jual beli. kata orang pedagang harusnya jualan online. walapun online kalau ambil tangan kedua akan tetap kalah harga.. hal ini harus di carikan solusi pak.. kalau engga akan banyak rakyat yang msik dan akan nambah yang sudah banyak uang makin banyak uang.

Disposisi

Jumat, 25 Agustus 2023 - 09:13 WIB

Admin Gubernuran

Laporan telah diteruskan ke DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

Verifikasi

Senin, 28 Agustus 2023 - 07:22 WIB

DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

Terima kasih laporannya

Progress

Kamis, 31 Agustus 2023 - 09:38 WIB

DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

Kami telah berkoordinasi dengan Bidang terkait

Selesai

Kamis, 31 Agustus 2023 - 09:39 WIB

DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

Dari permasalahan yang Saudara sampaikan, dapat kami informasikan hal-hal sebagai berikut :

1.    Di era digitalisasi menjadi alternatif ketika menghadapi pandemi Covid-19 dalam pemasaran produk yang dipandang lebih efektif. Konsumen di kalangan masyarakat tanpa keluar rumah bisa memilih barang yang diinginkan dan harga terjangkau sesuai keinginan.
Namun demikian data pelaku UMKM yang terdaftar sampai 150.000 pelaku UMKM di Kabupaten Pekalongan, hanya 10% pelaku UMKM yang menggunakan pasar online dan itupun pelaku UMKM yang sudah mengikuti bimtek-bimtek pembinaan dari Dinas UMKM, baik produk fashion maupun makanan ringan dan biasanya pengembangan dengan membuat jaringan reseller.
Artinya sebenarnya justru membuat orang secara luas bisa saling menguntungkan dalam penyerapan tenaga kerja yang bersifat mandiri.
2.    Persoalan yang dihadapi para pelaku usaha yang bersifat offline (tatap muka) sbb :
a.    Banyaknya pedagang keliling baik pakaian, makanan dan perabotan rumah tangga yang harganya sangat menjangkau di masyarakat.
b.    Adanya toko-toko yang menjual barang murah serba 35 ribu.
c.    Adanya paguyuban pedagang keliling / pasar tiban dengan menjual barang yang murah juga dengan berpindah-pindah lokasi.
3.    Solusi menghadapi pasar digital
Bagi yang belum mengikuti pasar online  untuk bisa menyesuaikan pemasaran di era digitalisai. Sebagai contoh :
•    Minimal mempunyai Whatsapp Group bagi pelanggannya.
•    Berusaha memberikan postingan barang-barang yang dijual dengan harga yang terjangkau.
•    Setidaknya berusaha mengikuti pelatihan pada promosi dan pemasaran produk.
4.    Khusus untuk pasar rakyat, upaya yang dilakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan perdagangan di pasar rakyat :
•    Meningkatkan sarana dan prasarana pasar rakyat dengan melakukan revitalisasi atau pembangunan sehingga pasar tidak tampak kumuh dan meningkatkan jumlah pengunjung pasar.
•    Menjaga stabilitas harga
•    Menjaga ketersediaan stok bahan-bahan makanan
•    Melakukan rapat koordinasi terkait dengan pemantauan inflasi.